TANJUNG REDEB, -- Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Cabang Berau melakukan aksi demonstrasi di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Berau, Senin (7/1/2013).
Puluhan buruh tersebut menuntut agar Kepala Disnakertrans dicopot dari jabatannya karena dinilai telah menghalangi pembentukan Federasi Serikat Buruh Kehutanan, Perkayuan dan Pertanian (FSB Hukatan).
Aksi demonstrasi ini berawal dari pencabutan pencatatan pembentukan serikat buruh, FSB Hukatan yang disampaikan secara resmi oleh Disnakertrans pada 21 Desember lalu.
Serikat buruh tersebut menilai, keputusan Disnakertrans merupakan upaya menghalangi perjuangan para buruh.
"Mereka (Disnakertrans) telah menghalang-halangi buruh untuk berserikat, padahal sudah diatur dalam undang-undang," kata Ketua DPC SBSI Kabupaten Berau, Suyadi.
Bahkan pihaknya menuding, Disnakertrans melakukan persekongkolan dengan pihak perusahaan PT Riung Mitra Lestari (PT RML) yang tidak setuju pekerjanya membentuk FSB Hukatan.
Menanggapi hal itu, Kepala Disnakertrans Kabupaten Berau, Syarkawi mengatakan, alasan dicabutnya pencatatan itu disebabkan belum jelasnya Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) di FSB Hukatan.
"Di dalam AD/ART FSB Hukatan hanya menyebutkan, federasi serikat buruh kehutanan, perkayuan dan pertanian, sementara PT Riung Mitra Lestari adalah perusahaan jasa yang bergerak di bidang pertambangan," jelasnya.
Selain itu, menurut Syarkawi, di Kabupaten Berau sudah ada serikat buruh pertambangan. "Kalau kami catatkan lagi nanti jadi double (ganda)," tandasnya.
Sebelumnya, pada 17 Desember, PT RML juga mengirimkan surat keberatan atas pencatatan FSB Hukatan dan meminta Disnakertrans untuk mencabut pencatatan pembentukan organisasi buruh tersebut.
Dalam surat dengan nomor; 851/EXT/RML-BECS/XII/2012 tersebut, pihak perusahaan menyebutkan, PT RML merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa pertambangan, sedangkan FSB Hukatan hanya menyebutkan serikat pekerja dengan bidang khusus, yakni; Perkayuan, Perkebunan dan Pertanian.
Sayangnya, tidak satupun manejemen perusahaan yang hadir untuk dimintai konfirmasi terkait persoalan tersebut. -(trb)-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar