Sumber Berita Nasional Terkini

  • Diskon Alat Rumah Tangga
  • Diskon Alat Masak
  • Diskon Fashion Pria Wanita
  • Diskon Komputer Laptop

Demo 100 Hari Kinerja Bupati Malteng Ricuh

Penulis : Pada Hari : Rabu, 19 Desember 2012 | Jam : 00.24
MASOHI,- Puluhan pemuda dan pelajar di Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Nasionalisme dan Kajian Strategis Pengembangan Sumber Daya Manusia (Jejak Pikat) terlibat kericuhan dengan polisi saat berunjuk rasa di Kantor Bupati Maluku Tengah, Kamis (13/12/2012).

Demo ini dilakukan untuk mengevaluasi kegagalan 100 hari kinerja Bupati dan Wakil Bupati Malteng. Kericuhan terjadi saat pendemo memaksa masuk ke halaman kantor bupati namun dihalangi puluhan personil polisi dan satpol PP. Akibatnya, saling dorong dan pukul antara pendemo dan polisi tak dapat dihindari.

Akibat kericuhan tersebut, mobil serta alat peraga yang digunakan dalam aksi unjuk rasa diamankan polisi. Tidak hanya itu, koordinator aksi Fahry Assatry dan beberapa rekannya juga digelandang petugas kepolisian ke Mapolres Maluku Tengah untuk diminta keterangan.

Sejumlah pendemo bahkan harus melarikan diri dari kejaran polisi.Aksi demontrasi ini sempat menyita perhatian PNS dan warga sekitar.

Dalam aksinya, pendemo mengatakan, Bupati Abua Tuasikal dan dan wakil bupati, Marlattu Leleury gagal dalam mengelola birokrasi di Maluku Tengah. "Kepemimpinan Bupati Tuasikal Abua dan Marlattu Leleury gagal kita hanya minta bupati datang dan jelaskan berbagai persoalan yang hingga kini belum tuntas," teriak salah seorang orator Abu Kasim Nurlette.

Pendemo juga membeberkan tindakan nepotisme keluarga Abua Tuasikal yang terus mempertahankan Kadispora Malteng Askam Tuasikal untuk menduduki jabatan penting di Pemda Malteng, padahal yang bersangkutan selama ini memiliki kinerja buruk. "Kadispora Malteng harus dikembalikan ke habitatnya sebagai dosen karena dia tidak layak sebagai Kadis, buktinya Maluku Tengah mendapat predikat pendidikan terendah di Maluku," ungkap pendemo.

Setelah berorasi selama satu jam di depan kantor Bupati Malteng puluhan pendemo itu kemudian bergegas menuju kantor Dispora yang berjarak hanya 30 meter dengan kantor bupati. Di depan kantor Dispora kericuhan pun terjadi lagi antara polisi dan pendemo, namun bisa dilerai oleh kedua bela pihak pendemo terus melakukan aksinya sambil berjalan menuju kantor DPRD Malteng.

Hasilnya, sejumlah tuntutan yang ingin disampaikan ke perwakilan rakyat Maluku Tengah gagal karena dihadang puluhan personil polisi Polres Maluku Tengah tepat di samping kantor Kodim 1502 Binaya. Hingga berita ini dipublikasikan, sejumlah pendemo masih ditahan di Mapolres Malteng. (kompas)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 

Arsip Blog